馃攳
Apa itu PBV? | Price to Book Value - YouTube
Channel: unknown
[1]
Misalnya ada perusahaan bakso,
[3]
kode sahamnya BASO, dijual dengan harga 2 ribu per lembarnya.
[10]
Apakah dengan informasi ini doang,
[12]
lo udah bisa tahu saham ini murah atau mahal?
[16]
Jawabannya, belum bisa.
[19]
Karena lo harus cari tahu, sebetulnya berapa rupiah yang akan kita dapatkan
[24]
dari 2 ribu rupiah yang kita keluarkan untuk 1 lembarnya.
[29]
Maksudnya gimana tuh?
[32]
Lo harus tahu bahwa 1 lembar kertas ini memiliki nilai asli di dalamnya.
[36]
Nilai beneran.
[38]
Atau bahasa lainnya, nilai intrinsik atau nilai buku, itu sama aja.
[43]
1 lembarnya di pasar memang saat ini harganya 2 ribu rupiah.
[47]
Namun, nilai intrinsiknya atau nilai dikandungnya belum tentu 2 ribu rupiah.
[53]
Bisa lebih rendah bisa juga lebih tinggi.
[57]
Untuk jawab ini, lo butuh 2 data.
[60]
Yang pertama, data ekuitas alias data modal bersih dari perusahaannya.
[65]
Yang kedua, total lembar saham perusahaannya.
[68]
Karena lo mau tahu, modal bersihnya ini dibagi ke berapa lembar saham.
[74]
Contohnya gini, misalnya perusahaan A ekuitasnya 10 juta.
[78]
Lalu dia dipecah menjadi 2 lembar saham.
[81]
Berarti 1 lembarnya itu nilai intrinsiknya pasti 5 juta selembar.
[86]
Gampang, 10 juta dibagi 2 lembar.
[89]
Hasilnya ya 5 juta per lembar.
[91]
1 lembar mengandung nilai asli 5 juta rupiah.
[97]
Perusahaan bakso tadi gimana?
[100]
di pasar, iya 2 ribu rupiah selembarnya.
[103]
Nilai asli yang dia punya berapa selembarnya?
[106]
Tinggal lo langsung cari 2 data yang tadi.
[109]
Berapa ekuitasnya, dan dibagi jadi berapa lembar.
[113]
Setelah lo cari, ternyata ekuitasnya 10 juta.
[116]
Terus total sahamnya ada 10 ribu lembar.
[120]
Ya lo bagi aja tuh, 10 juta rupiah dibagi 10 ribu lembar.
[124]
Hasilnya adalah seribu per lembar saham.
[128]
Berarti lengkap nih data lo.
[131]
Lo tahu harga di pasar 2 ribu per lembar,
[133]
dan lo tahu juga bahwa sebetulnya nilai atau value yang dikandung
[138]
dari 1 lembar saham tersebut adalah seribu per lembarnya.
[142]
Dengan lo bayar 2 ribu, lo dapat seribu.
[145]
Artinya, lo membayar 2 kali lipat dibandingkan dengan nilai intrinsiknya atau nilai bukunya.
[153]
Itulah konsep dari PBV, alias Price to Book Value.
[158]
Bahasa indonesianya price, lo tahu, harga.
[162]
Kalau dalam kasus tadi adalah harga di pasar, yaitu 2 ribu rupiah.
[166]
Book Value itu artinya adalah nilai buku alias nilai intrinsik
[171]
dari 1 lembar saham tersebut, yang dalam kasus tadi adalah seribu rupiah.
[176]
Yang mana, ini didapatkan dari total ekuitas dibagi total lembar
saham yang ada.
[182]
Sekarang udah tahu PBV nya adalah 2 kali,
[186]
apakah kita sudah bisa menilai harga saham ini murah atau mahal?
[191]
Jawabannya adalah, udah bisa.
[195]
Kalau lebih dari 1 PBV nya, bisa kita bilang mahal atau overvalue.
[200]
Harganya udah over, udah kelebihan.
[203]
Iya lah, untuk dapat seribu, tapi lo harus bayar 2 kali lipatnya, yaitu 2 ribu.
[208]
Mahal dong?
[210]
Kalau bisa kita cari aja perusahaan yang PBV nya di bawah 1 atau perusahaan yang undervalue.
[216]
Alias untuk dapetin seribu rupiah,
[218]
kita cuma harus bayar 500 atau 700, misalnya.
[223]
Baru tuh disebut murah atau undervalue.
[227]
Tapi masalahnya,
[229]
rata-rata perusahaan yang baik itu PBV nya hampir pasti di atas 1.
[235]
Tapi bukan menutup kemungkinan ada yang di bawah 1 ya.
[239]
Terus gimana kalau PBV nya udah di atas 1?
[242]
Kita bisa melakukan 2 hal ini,
[245]
yang pertama, bandingkan PBV dengan tahun-tahun sebelumnya.
[251]
Yang kedua, bandingkan PBV dengan usaha sejenisnya.
[256]
Misalnya gini yang pertama,
[258]
contohnya kita cari PBV Antam,
[261]
yang lagi ramai karena isu nikelnya dicari untuk bikin baterai mobil listrik.
[267]
Price nya 2.710 hari ini
[270]
Kita tinggal cari book value nya.
[272]
Yang berarti, ekuitas dibagi total saham dari Antam.
[277]
Ekuitas nya kita ambil dari data laporan keuangan Antam
triwulan 3 tahun 2020,
[282]
kenapa nggak yang tahunan 2020? ya karena belum keluar.
[285]
Jadi kita pakai yang ini aja ya.
[288]
Langsung kita lihat di halaman 6,
[290]
di sana tertera ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induknya adalah 18,9 triliun.
[298]
Jangan lupa, ini karena satuannya ribuan rupiah, jadi harus kita kali seribu.
[302]
Iya kan?
[304]
Kita masukkin ke rumus 18,9 triliun.
[308]
Selanjutnya, untuk cari total saham beredar Antam,
[311]
caranya adalah, lo buka website idx.co.id
[316]
Terus lo ke "Data Pasar", klik yang "Ringkasan Saham"
[320]
Lalu di sini kan ada banyak nih, checklist-an nya.
[323]
Kita cuma butuh 3 hal, yaitu kode saham, nama perusahaan,
dan listed share nya doang.
[329]
Atau bahasa indonesianya, lembar saham beredar.
[332]
Sisanya tinggal lo hapus checklist-an nya.
[335]
Terus ini lo ubah jadi 100 entries,
[338]
tinggal lo scroll deh ke bawah,cari yang kode sahamnya Antam,
[342]
dan pastiin itu perusahaan Aneka Tambang.
[346]
Nah ini dia Antam.
[348]
Total lembar saham beredarnya adalah 24 miliar lembar saham.
[352]
Masukkin ke rumus, 24 miliar.
[355]
18,9 triliun dibagi 24 miliar, hasilnya adalah 787.
[362]
Berarti book value nya adalah 787 rupiah.
[366]
Masukkin ke rumus PBV tadi, price nya 2.710 dibagi 787 perak.
[373]
Hasilnya adalah 3,4 kali.
[376]
Berarti PBV nya di atas 1 ya.
[379]
Apakah ini mahal?
[381]
Dengan ketentuan yang pertama, iya mahal, karena udah di atas 1.
[385]
Tapi jangan lupa, kita bisa bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
[390]
Dengan menggunakan cara yang sama, kita bisa dapetin PBV dari tahun-tahun sebelumnya yang datanya adalah sebagai berikut.
[399]
Di sini kita bisa lihat, dari 2014-2019,
[403]
PBV Antam itu berada di antara paling kecilnya 0,4
[408]
sampai yang terbesarnya 1,1 kali.
[411]
Yang mana, rata-rata PBV selama 6 tahunnya adalah 0,86 kali.
[417]
Sekarang PBV nya 3,4 kali.
[421]
Menurut lo sekarang mahal atau nggak?
[423]
Jawabannya udah pasti, ya mahal dong.
[426]
6 tahun rata-rata nya aja 0,86
[430]
sekarang dihargai 3,4 kali.
[433]
Seandainya PBV saat ini 1 deh, itu juga masih tergolong "mahal",
[439]
karena biasanya 6 tahun nih, rata-rata nya Antam hanya dihargai oleh pasar itu 0,86 kali lipat.
[447]
Jadi harusnya di bawah angka 0,86 baru kita bisa bilang harga saham Antam lagi "murah"
[455]
Ya tapi kalau secara umum, di bawah 1 itu disebut undervalue ya.
[460]
Yang kedua, selain membandingkan dengan tahun sebelumnya,
[463]
kita bisa juga membandingkan PBV dari usaha sejenis.
[467]
Misalnya, bank dengan bank,
[469]
atau perusahaan rokok dengan perusahaan rokok.
[472]
Yang penting jenis usahanya sama.
[475]
Seperti di contoh ini, gue pakai contoh bank vs bank.
[481]
Ini adalah data PBV dari 4 bank besar di indonesia,
[485]
ada BCA, BRI, Mandiri, dan BNI,
[488]
dan 1 bank yang akan kita jadikan contoh, yaitu Bank BRI Agroniaga.
[493]
Kenapa gue pakai data 4 bank ini doang?
[496]
karena ini adalah bank besar yang gue tahu
[498]
dan 4 bank ini menurut gue sudah cukup merepresentasikan kondisi sektor perbankan di indonesia.
[506]
Lanjut lagi ya, paling rendah ada Bank BNI, PBV nya 1 kali.
[512]
Yang paling tinggi ada Bank BCA 4,9 kali.
[516]
Dan rata-rata PBV dari keempat bank besar ini adalah 2,5 kali.
[522]
Apa yang bisa lo simpulkan dari sini?
[525]
yang pertama, kita lihat yang merah nih,
[528]
jelas bahwa PBV dari Bank BRI Agroniaga itu sudah sangat tinggi.
[533]
Terlampau tinggi, sangat overvalue,
[536]
dibandingkan dengan rata-rata PBV dari 4 bank besar.
[540]
Rata-ratanya aja cuma 2,5 kali, dia itu udah 6,25 kali.
[546]
Nyaris 3x lipat lebih tinggi daripada rata-rata.
[549]
Berarti, bisa kita simpulkan bahwa Bank BRI Agro mahal,
[553]
bahkan sangat mahal.
[556]
Yang kedua, kita bisa menyimpulkan bahwa Bank BNI dan Bank Mandiri
[560]
itu PBV nya masih di bawah rata-rata dari PBV sektor perbankan.
[565]
Yang memberikan kita sinyal bahwa, harga saham Bank BNI dan Mandiri saat ini masih bisa dikatakan "murah"
[572]
jika dibandingkan dengan rata-rata harga di sektor ini.
[576]
Tinggal kita melakukan konfirmasi, cek lagi dari masing-masing perusahaannya rata-rata PBV tahunannya berapa.
[583]
Kalau ternyata memang di bawah rata-rata tahunannya juga,
[586]
itu adalah tanda yang bagus.
[588]
Yang semakin meyakinkan kita, bahwa harga saham tersebut sedang murah.
[594]
Konsep dari PBV itu begitu doang.
[597]
Awalnya memang gue pikir ini susah dan makan banyak waktu,
[600]
harus nyari data ini data itu,
[603]
tapi setelah gue latih berulang-ulang,
[605]
ternyata cukup simpel dan gue senangnya lagi adalah gue jadi tahu suatu saham itu lagi murah atau lagi mahal.
[613]
Gue pakai 1 rasio ini aja udah sangat membantu meningkatkan kepedean gue dalam memilih saham.
[620]
Pertanyaan selanjutnya adalah,
[622]
"Apakah 1 rasio ini doang sudah cukup, untuk akhirnya kita memutuskan akan membeli suatu saham?"
[628]
Gue rasa ya cukup-cukup aja sih,
[631]
namun alangkah baiknya kalau kita juga memperhatikan hal lain,
[635]
seperti kekuatan perusahaannya menghasilkan laba,
[637]
dia mampu atau nggak menghasilkan laba,
[639]
contohnya kayak di video sebelumnya, yang mana gue bahas tentang ROE.
[644]
Lo memperhitungkan 2 rasio aja udah cukup banget
[648]
dibandingkan dengan lo beli saham karena memang ngikutin
apa kata orang,
[653]
atau apa kata seorang ustad gitu misalnya.
[658]
Tapi bukan berarti makin banyak rasio makin baik,
[661]
jadi lo mau pakai 30 rasio keuangan sebelum membeli 1 saham perusahaan.
[665]
Ya menurut gue nggak usah kayak gitu juga ya, lebay banget itu.
[669]
Beberapa aja udah cukup kok sebetulnya.
[672]
Dan nanti setelah ROE dan PBV ini,
[675]
gue akan coba jelasin rasio sederhana lainnya yang bisa lo hitung
[679]
untuk membantu lo menentukan lo beli saham ini atau nggak.
[685]
Gue rasa cukup sampai sini aja videonya,
[687]
pesen gue tetep dari dulu,
[690]
jangan malu untuk belajar Saham dari Nol.
Most Recent Videos:
You can go back to the homepage right here: Homepage





