Jangan Trading Saham Pakai Stochastic Sebelum Nonton Video Ini! | Kelas Trading SKS Hari Ke-16 - YouTube

Channel: unknown

[0]
Kalau kita tahu sebuah saham sudah dalam kondisi Overbought (Jenuh Beli)
[4]
atau Oversold (Jenuh Jual), pasti memudahkan kita dalam mengambil
[8]
keputusan dong? Saya akan bagikan rahasianya, let's go!
[12]
♪ Intro ♪
[16]
Halo Smart Trader, apa kabar? Balik lagi sama saya, Andy Senjaya.
[19]
Selamat datang di Kelas Trading Si Koko Saham hari ke-16. Jadi di kelas trading
[24]
hari ke-15, kita sudah bahas satu indikator yang paling banyak
[29]
digunakan dengan sangat detail, yaitu Moving Average. Pakai Moving Average
[34]
berapa aja? Silakan tonton videonya buat yang belum nonton di sebelah sini.
[39]
Seperti yang kita tahu di video SKS hari ke-14 bahwa indikator itu
[43]
memiliki beberapa jenis. Kalau sebelumnya kita sudah belajar
[47]
tentang Trend Indicator dengan Moving Average, hari ini kita akan belajar
[52]
menggunakan Oscillator Indicator atau Momentum Indikator. ada banyak sekali
[58]
Oscillator Indicator yang bisa kita gunakan, namun di video ini kita akan belajar
[63]
satu indikator yang cukup populer dan seharusnya kamu juga sudah familiar sih.
[68]
Indikatornya apa? Sebentar akan kita bahas, tapi sebelumnya seperti biasa
[73]
saya mau ajak teman-teman untuk Subscribe dulu di channel ini buat yang belum Subscribe,
[77]
bantu saya untuk mengembangkan channel ini agar dapat
[79]
bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Dengan kalian berlangganan channel ini,
[84]
saya akan membantu kalian untuk menjadi Smart Trader dan pastinya langganan ini gratis.
[89]
Jangan lupa nyalakan juga loncengnya biar kalian gak lupa
[92]
dan ketinggalan kelas-kelas trading selanjutnya dari saya.
[95]
Terima kasih untuk support kalian semua sejauh ini karena sangat berarti untuk saya.
[99]
Oke, langsung kita mulai kelas hari ini. Oscillator Indicator bisa kita sebut juga
[105]
dengan Momentum Indikator. Tujuannya untuk melihat momentum
[110]
sebuah pergerakan harga. Selain itu, Momentum Indikator juga bisa membantu kita
[115]
mendeteksi apakah suatu saham sudah Jenuh Beli atau (Overbought)
[120]
atau Jenuh Jual (Oversold). Dengan mengetahui hal tersebut pastinya
[125]
kita bisa lebih aware terhadap keputusan yang akan kita ambil dalam
[130]
trading saham. Ada beberapa contoh Oscillator Indicator, 2 di antaranya
[135]
yang paling populer adalah Relative Strength Index atau biasa disingkat
[141]
RSI dan Stochastic Oscillator. Pada video kali ini, kita akan belajar bagaimana cara
[147]
menggunakan Stochastic yang ideal. Ada banyak sekali cara untuk
[151]
mengaplikasikan Stochastic Oscillator indikator ini ke dalam trading kita.
[157]
Namun, saya sering melihat bahwa terkadang beberapa trader
[160]
menggunakannya dengan cara yang kurang tepat.
[163]
Oleh karena itu, saya akan coba sharing.
[165]
Bagaimana cara saya memanfaatkan Stochastic untuk trading.
[170]
Sebelum kita pindah ke chart, seperti biasa saya mau sampaikan disclaimer terlebih dahulu
[175]
bahwa semua pembahasan Stochastic di video ini
[178]
murni merupakan cara yang saya pelajari dan saya gunakan sendiri dengan style saya sendiri.
[184]
Semoga video ini bisa membantu kamu dalam trading agar dapat hasil yang lebih baik.
[189]
Kalau begitu langsung aja kita pindah chart di depan saya.
[193]
Oke, Smart Trader sekarang di depan layar kalian
[195]
ini sudah ada sebuah TradingvVew dan ada chart dari
[199]
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.
[202]
Nah, hal pertama yang akan kita bahas adalah bagaimana cara menambahkan
[206]
atau memasukkan indikator Stohastic ke dalam chart tersebut. naik sebenarnya
[211]
Nah ini sebenarnya basic sekali. Nah, harusnya kalau kamu sudah nonton Kelas Trading SKS
[215]
episode sebelumnya, kalian udah tahu cara menambahkan indikator itu
[219]
dengan di atas ini ada Indicators and Strategies.
[222]
Kemudian untuk Stohastic, kalian bisa tulis Stohastic dan di sini sudah
[226]
saya favorite, kemudian tinggal diklik aja, kemudian muncul seperti ini.
[231]
Nah, untuk merubah settingan-nya di sini biasanya saya pengen lebih jelas aja
[236]
biar kalian juga bisa melihat dengan lebih jelas saya akan ganti ke merah.
[239]
Dan saya akan ganti ke warna tilt.
[242]
Nah, seperti itu gampang sekali.
[243]
Bagaimana cara menambahkan indikator Stochastic ke dalam chart.
[248]
Nah sekarang yang kedua yang mau kita bahas adalah setingan berapa sih yang cocok
[252]
untuk menggunakan indikator Stochastic? Sebenarnya ini ada dua settingan
[257]
yang biasanya umum atau populer kita ketahui. Yang pertama adalah
[261]
settingan default-nya di 14,3,3 atau biasa kita sebut juga dengan Slow Stohastic
[266]
dan untuk settingan yang satunya lagi itu kita namakan Fast Stohastic
[272]
dengan settingan 5,3,3. Jadi saya akan coba buat
[275]
perbandingan di sini. Nah, di sini saya akan coba ganti menjadi 5,3,3. Nah, jadi ini
[282]
adalah 2 indikator atau 2 settingan yang biasanya paling umum digunakan.
[286]
Perbedaannya apa? Perbedaannya adalah dengan settingan 5,3,3 ini kalau kita lihat
[292]
pergerakan dari garis yang ini cenderung lebih sensitif artinya
[297]
dia akan lebih cepat untuk crossing seperti ini,
[299]
tapi seperti biasa selalu ada plus dan minusnya. Kalau kita lihat di area sini
[305]
dan kita bandingkan dengan area di sini
[308]
itu kalau kita lihat ada perbedaan. Perbedaannya adalah di Stohastic yang lebih cepat atau Fast Stohastic ini
[316]
dia ada pernah sekali crossing di titik tersebut, tapi di Stohastic
[321]
yang lebih lambat atau yang Slow Stohastic, di sini tidak ada crossing di area tersebut.
[327]
Di sini ada seperti crossing, tapi crossing-nya tidak signifikan dan
[330]
ini cenderung hanya flat aja. Jadi kalau kita perhatikan di sini
[334]
dengan harganya, ketika di sini ada penurunan juga ternyata marketnya cenderung
[339]
bergerak tajam ke bawah. Jadi sekali lagi sebenarnya apakah lebih bagus
[344]
yang 5,3,3 atau yang 14,3,3 itu balik lagi ke masing-masing trader.
[349]
Apabila kita ingin menggunakan Momentum Stohastic yang lebih cepat,
[352]
kita bisa menggunakan 5,3,3, tapi biasanya banyak sekali atau sering
[357]
terjadi yang namanya False Crossing Signal,
[360]
tapi untuk yang 14,3,3 itu cenderung lebih confirm ketika
[364]
dia membentuk sebuah crossing yang nanti akan kita pelajari.
[367]
Bagaimana cara membaca dari Stohastic itu sendiri. Jadi itu balik lagi ke kalian.
[372]
Silakan kalian back test terlebih dahulu.
[374]
Apakah kalian lebih cocok menggunakan yang fast atau kalian lebih cocok
[377]
menggunakan yang Slow Stohastic. Nah, sekarang karena default-nya di sini adalah 14,3,3,
[383]
jadi kita akan berfokus kepada settingan yang Slow Stohastic.
[387]
Nah, yang ketiga yang akan kita coba bahas, yaitu bagaimana caranya kita
[391]
menggunakan dan membaca indikator dari Stochastic itu sendiri.
[395]
Nah, kalau kita lihat di sini, saya akan coba besarkan terlebih dahulu
[399]
biar terlihat jelas.
[400]
Nah, di sini ada 3 area. Area atas, area tengah dan area bawah.
[406]
Nah kalau kalian perhatikan, di sini ada skala dari 0-100.
[410]
Nah, ini adalah Oscillator Indicator di mana ada sebuah skala dari 0 sampai 100
[416]
dan biasanya di area 80-100,
[419]
ini yang kita namakan dengan area Jenuh Beli atau Overbought Area
[424]
dan untuk skala 0-20 yang berada di bawah sini, ini merupakan
[430]
area Jenuh Jual atau Oversold Area dan untuk yang di tengah ini kita bisa sebut
[436]
dengan Area Netral atau Neutral Area. Jadi simpelnya adalah indikator
[441]
Stochastic ini bisa memberikan kita informasi apakah sebuah saham ini
[446]
sudah berada di dalam kondisi Jenuh Beli atau Jenuh Jual.
[450]
Itu adalah hal yang pertama yang bisa kalian perhatikan. Nah, hal-hal yang kedua,
[454]
bagaimana caranya lebih detail lagi dalam melihat atau membaca indikator Stochastic ini.
[461]
Nah, kita sebenarnya mau fokus ke ujung dari Stohastic-nya sendiri.
[465]
Kalau kalian ingin mengetahui bagaimana garis dari
[469]
Stohastic ini terbentuk, kalian bisa lihat rumusnya di depan layar kalian.
[473]
Nah, kalau kalian penasaran dan ingin belajar lebih dalam, silakan kalian
[477]
bisa Google sendiri, kalian bisa cari sendiri. Untuk video kali ini saya ingin
[481]
pembahasannya lebih praktikal aja. Jadi, kalian bisa siap untuk
[484]
menggunakan indikator Stochastic Ini. Jadi hal yang kedua yang perlu kalian
[488]
lihat juga di sini adalah arah dari garis terakhirnya. Nah, kalau kalian perhatikan
[493]
arah dari garisnya di sini, ini satu garis menghadap ke bawah,
[497]
tapi satu garis ini menghadapnya ke atas.
[500]
Nah, kondisi seperti ini sebenarnya cukup membingungkan dan kalau kita lihat
[503]
dari harganya juga masih ada di dalam kondisi pergerakan yang konsolidasi,
[509]
tapi kalau kita mau coba untuk melihat ketika IHSG membentuk
[512]
Candlestick Doji di atas ini, kita coba potong setting di sini. Oke.
[517]
Nah di sini kalau kita lihat, ada sebuah Candlestick Doji yang merupakan
[522]
ada indikasi pelemahan dari kenaikannya. Nah, kalau kita coba untuk lanjutkan.
[527]
Nah, ketika terbentuknya candle selanjutnya dan di sini ada
[531]
konfirmasi bahwa Doji ini merupakan Swing High di atas ini,
[535]
kemudian ketika kita lihat Stohastic-nya juga dua-duanya mengarah ke bawah dengan tajam.
[540]
Ini ada indikasi bahwa pergerakan IHSG cenderung untuk mengalami penurunan.
[546]
Oke. Nah, di sini lebih clear lagi bahwa arah dari garisnya itu
[549]
menghadap ke bawah.
[551]
Jadi kalau kita bisa next, ini kondisi dari IHSG melemah beberapa hari ke depan.
[556]
Jadi kalau kita mau melihat momentum dalam jangka waktu yang short hingga midterm,
[561]
kalian bisa menggunakan Stohastic.
[563]
Nah, di sini indahnya Stohastic adalah dia menyediakan dua garis yang bisa
[568]
memberikan kita informasi tambahan ketika dia bersilangan.
[573]
Jadi, ketika dia melakukan persilangan seperti ini,
[576]
apabila persilangan tersebut terjadi di bawah dan dia menghadap ke atas,
[580]
itu yang kita sebut dengan istilah Golden Cross, Jadi ini adalah Golden Cross
[585]
dan apabila dia bersilangan dari atas ke bawah seperti ini,
[588]
itu yang dinamakan Death Cross. Nah, ini juga sebenarnya bisa dijadikan sebagai
[592]
signal ketika dia crossing seperti ini artinya mostly harganya akan
[597]
bergerak ke atas dan ketika dia bersilangan seperti ini ke bawah,
[601]
mostly harganya akan mengalami pelemahan turun ke bawah.
[604]
Jadi, mostly ketika kalian gabungkan teknik yang pertama, kedua, dan ketiga,
[608]
ketika garisnya berada di area Oversold, kemudian arah dari
[611]
garisnya pun menghadap ke atas dan kebetulan bersilangan juga ini
[616]
merupakan sebuah indikasi yang positif bahwa harganya akan bergerak
[620]
naik ke atas. Begitu pula sebaliknya ketika harganya ada di area Overbought
[625]
dan harganya bersilangan ke bawah, menghadap ke bawah Stohsatic-nya,
[630]
itu adalah indikasi akan terjadinya pelemahan dari harga itu sendiri.
[635]
Oke yang ke-4 kita akan membahas kesalahan yang sering dilakukan oleh
[639]
trader ketika menggunakan Stohastic. Yang pertama mereka selalu
[642]
mengandalkan indikator Stochastic saja tanpa melihat harga atau tanpa
[648]
menggunakan indikator yang lainnya. Nah, ini adalah kesalahan yang pertama
[651]
karena menurut mereka ketika terjadinya crossing itu harganya
[655]
udah pasti naik. Tapi kenyataannya, tidak semudah itu. Alasannya kenapa?
[659]
Alasannya ini yang nomor 2, karena indikator Stochastic di sini merupakan
[663]
Oscillator Indicator atau Momentum Indikator. Artinya indikator ini
[667]
sebenarnya tidak bisa melihat tren dari pergerakan harga itu sendiri.
[671]
Padahal yang sudah kita pelajari sebelumnya bahwa itu merupakan kunci
[675]
yang paling penting ketika kita ingin trading. Ketika kita ingin melihat
[679]
arah harga selanjutnya bergerak ke mana, kita pasti melihat trennya terlebih dahulu.
[683]
Jadi yang perlu kita perhatikan adalah kita harus melihat
[686]
tren yang seperti apa baru kita bisa menggunakan indikator Stochastic.
[690]
Oke jadi saya akan bahas singkat aja. Untuk melihat tren di sini saya akan
[694]
menggunakan bantuan dari Moving Average 20. Jadi saya di sini tambahkan Moving Average 20,
[699]
kemudian kalau kita lihat di sini ada sebuah tren turun atau penurunan,
[704]
kemudian kalau kita lihat di sini ada sebuah tren naik.
[708]
Nah, kemudian di sini ada sebuah area konsolidasi atau Sideways.
[713]
Nah kalau kita ,perhatikan ketika terjadinya tren turun atau Donwtrend,
[717]
di sini saya kecilin aja, kita kan fokus di daerah sini. Nah, kalau kita lihat ke
[722]
Stohastic, di sini selama dia melakukan penurunan, Stohastic-nya itu akan selalu
[727]
berada di dalam sebuah area yang kita namakan dengan area Jenuh Jual atau
[733]
area Oversold. Tapi kenyataannya, walaupun ini sudah sesuai dengan
[737]
kriteria cara menggunakan Stohastic, kalau kita lihat line-nya itu ada di
[742]
area jenuh, kemudian kita lihat dia mengarah ke atas dan juga dia sudah
[746]
bersilangan atau Golden Cross. Nah, kalau kalian lihat pergerakan harga
[750]
sedang bergerak turun ke bawah dan kalau kalian lihat di sini secara
[754]
Stochastic ini sudah Golden Cross, kemudian menghadap ke atas dan ada
[759]
di area jenuh dan kalau kalian memutuskan untuk beli di area tersebut,
[764]
itu kalian pasti akan mengalami loss berkali-kali karena
[767]
walaupun dia bergerak ke atas, itu bukan pembalikan arah tren, tapi itu
[772]
hanya sekedar koreksi tipis dan dia akan melanjutkan penurunannya terus
[776]
ke bawah dan kalau kalian perhatikan ini Stohastic-nya most of the time ketika tren
[780]
turunnya luar biasa signifikan, itu garis-garis Stohastic-nya akan berada
[785]
di area Oversold, sama dengan ketika dia harganya sedang bergerak di dalam
[791]
sebuah tren naik. Kalau kalian perhatikan di sini, Stohastic-nya akan
[795]
selalu berada di area Overbought. Jadi kalau kalian melihat ada crossing
[800]
seperti itu jangan buru-buru melakukan taking profit karena
[803]
masih ada peluang atau potensi bahwa harganya akan terus melanjutkan
[807]
penguatan ke atas dan most of the time garis dari Stohastic ini akan ada
[811]
di area Overbought. Ini menandakan momentumnya sangat kuat dan trennya
[816]
ada di dalam kondisi yang didukung penuh dengan momentumnya.
[819]
Jadi sekali lagi jangan sampai salah menggunakan indikator Stochastic dan yang terakhir
[824]
kalian lihat di sini ketika harganya berada di area konsolidasi
[828]
atau kalau kalian lihat di sini Moving Average-nya berada di antara harga.
[833]
Nah, ini baru bisa kalian andalkan yang namanya Stohastic.
[836]
Jadi, ketika dia crossing ke bawah, harganya pun ikut ke bawah.
[839]
Ketika dia crossing ke atas, harganya pun naik ke atas.
[842]
Jadi memang momentum yang paling tepat digunakan ketika kalian ingin menggunakan
[846]
Stohastic ialah ketika harganya cenderung bergerak di dalam sebuah
[851]
konsolidasi seperti yang saat ini kita alami di IHSG.
[856]
Jadi, saat-saat seperti ini kalian bisa mengandalkan Stohastic dan biasanya saya juga
[861]
suka menggunakan indikator Stohastic ini untuk melihat momentumnya dalam pergerakan
[865]
jangka pendeknya, tapi balik lagi saya mau informasikan bahwa Stohastic ini
[870]
tidak bisa berdiri sendiri, kalian harus kombinasikan dengan price
[874]
action yang sudah kita pelajari di Kelas Trading dari episode awal
[877]
sampai episode terakhir sebelum masuk ke indikator.
[880]
Oleh karena itu, kenapa indikator ini merupakan elemen ke-5 dari technical analysis versi saya,
[886]
yaitu karena sifatnya hanya sebuah konfirmasi saja.
[890]
Tetap kalian perlu belajar dan mendalami yang namanya price action analisis dan
[896]
indikator ini hanya untuk menguatkan analisis kalian terhadap price action.
[900]
Nah, itu dia Kelas Trading Si Koko Saham hari ke-15.
[904]
Semoga hari ini kamu bisa langsung mengerti dan bisa menggunakan indikator Stohastic.
[909]
Kalau kamu punya cara sendiri untuk menggunakan indikator Stochastic,
[913]
silakan komen di bawah biar kita bisa sama-sama belajar, tapi ingat bahwa
[917]
indikator hanyalah alat bantu konfirmasi dari analisis kita
[921]
menggunakan cara yang saya sudah ajarkan di kelas trading sebelumnya.
[925]
Jadi tetap gunakan indikator dengan bijak dan sesuai kebutuhan.
[930]
Sepertinya masih ada satu lagi ilmu yang ingin saya share untuk kamu
[934]
masih menggunakan indikator dan ilmu ini bisa memberitahu kamu kapan kamu
[939]
harus sudah mulai hati-hati terhadap suatu kenaikan atau penurunan
[944]
Sebagai bocoran, kamu bisa mengantisipasi penurunan IHSG
[948]
sebanyak 11% di tanggal 21 Januari 2021 dengan ilmu ini.
[955]
Semakin daging dan menarik kan ilmu di Kelas Trading SKS ini?
[959]
Jadi buat yang belum subscribe, ayo buruan subscribe sekarang dan
[962]
nyalakan loncengnya notifikasi biar enggak ketinggalan kelas-kelas trading selanjutnya.
[967]
Buat kalian yang belum follow Instagram saya,
[969]
silakan kalian follow di @andysenjaya karena setiap harinya ada postingan
[974]
edukasi maupun informasi seputar saham. Dan kalau kalian penasaran
[979]
dengan trading plan saya, silakan join channel Telegram saya,
[983]
linknya saya taruh di deskripsi di bawah ini.
[986]
Jangan lupa juga untuk like dan share ke teman-teman kalian biar mereka
[990]
bisa mendapatkan ilmu trading di kelas trading ini.
[993]
Saya sangat mengapresiasi support dari kalian agar channel ini bisa terus berkembang
[997]
dan bermanfaat banyak untuk masyarakat Indonesia.
[1001]
Dan buat kalian yang belum sempat nonton Kelas Trading Si Koko Saham hari ke-15,
[1005]
silakan curi ilmunya di sebelah sini. Akhir kata terima kasih untuk kalian
[1009]
yang sudah nonton video ini dan semoga bermanfaat.
[1012]
Jangan lupa bersyukur hari ini. Nama saya Andy Senjaya, be a Smart Trader, salam cuan, ciao!